Thursday, April 10, 2008

Menjamah Peluang

Minggu ini ada 2 peluang bisnis yang kembali hadir.
Peluang pertama datang kemarin dari Carrefour pusat (Jkt), yang kembali merangkul dan mengajak kita untuk mensupply toko mereka secara nasional untuk product tas dan slipper. Kita sudah melakukan kontrak nasional sebagai supplier Carrefour beberapa bulan lalu. Untuk kontrak ini kita mematok term payment beli putus tidak konsinyasi. Bersyukur juga mampu mengalahkan keragu2an dan mantap untuk memutuskan bekerja sama "consigment" dengan Carrefour Bali tahun lalu. Banyak kesempatan dan peluang biz yang ditawarkan dan update catalog pun sudah kita email kemarin.

Peluang lain datang dari seorang customer Jakarta ( hi mba ... ). Yang datang menyodorkan sebuah kesempatan untuk menjajal Europe dengan product spa kita. Minggu depan si buyer akan datang, jadi sekarang saya sedang dalam tahan persiapan sedetail-detailnya untuk product knowledge dan sample agar bisa dilihat secara visual bukan hanya berupa foto product saja.

Peluang selalu datang memberi possibility sukses dan gagal. Jadi saya pantang menolak peluang, prinsipnya ambil dan do the best. Teori possibility ini begitu membekas buat saya. Hal ini saya pertama tau saat kuliah dulu, saat ragu dan merasa belum 100% siap untuk maju ujian skripsi, sementara waktu pendaftaran sidang tinggal menghitung hari ; dosen pembimbingpun menyarankan untuk maju saja, kalo kamu maju sidang sekarang - kamu punya peluang 50% lulus, 50% ga lulus. Sementara peluang kamu 0% lulus kalo ga ambil kesempatan untuk sidang sekarang.

Dan saya akhirnya memutuskan untuk tidak menunda ujian, dan sukses lulus dengan nilai yang tidak mengecewakan. Mungkin jika saya tidak mengambil keputusan saat itu, saya terpaksa harus memperpanjang 1 semester lagi karena harus menanti jadwal ujian 3 bulan dan jadwal wisuda di 6 bulan berikut.

Eka

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

Links to this post:

Create a Link

<< Home