
Kebetulan sebelum YM Conference tadi sore ... Stenly, suami sudah bikin orat-oret buat bahan discussing kami ... buat mengupadet diri ceritanya atas materi. Kok ya sayang kalo ga di share ... lebih gamblangnya berikut ulasannya yah ...
Kekuatiran adalah hal terbersar yang sering mendominasi pikiranku, sepajang hidup selalu ada pertanyaan yang tidak pernah habis. Ketika berada disekolah dasar pikiran yang paling mendominasi adalah bagaimana untuk bisa kelihatan seperti seorang remaja dan bagai mana harus menyelesaikan sekalah dasar agar bisa masuk sekolah menegah pertama dengan seragam putih biru kekawatiran pertama ahirnya tidak terbukti sehingga menapak ke jenjang SMP. Ketika semasih SMP hal yang paling mendominasi adalah bagaimana supaya bisa diterima di lingkungan sekolah, persaingan mulai terasa, ketika melihat orang lain begitu wah… dengan status anak orang kaya, rumah gede dibandingkan dengan kita serasa jauh. Lebih mengkuatirkan adalah bagaimana supaya tamat dengan nilai yang bagus supaya masuk di SMA negeri yang unggul, karena banyak murid yang bersaing untuk mendapatkan sekolah yang unggul. Untuk kesekian kali dominasi kekuatiran itu tidak terbukti dan kemudian masuk kesekolah yang unggul. SMA adalah dunia yang penuh nuansa apa yang dianggan-angan sebagai seorang remaja yang sedang berjuang untuk mencari jati diri dan dalam erah ini semua kita pernah merasakan, ketika kita tamat SMA bukan berarti kita telah melewati kekuatiran tersebut justru pertanyaan berikut apa kita bisa diterima di Universitas terbaik di kota kita. Justru semakin dewasa kita semakin besar rasa tanggung jawab yang harus kita pikul, bagai mana dan bagaimana…! ketika kita tamat kuliah kita harus mencari kerja, malu kalau tamat sarjana tidak dapat kerja …..em, setelah dapat kerja bagaimana untuk mendapatkan pasangan hidup dan setelah mendapatkannya bagaimana dengan keluarga dan anak-anak kita, semakin dewasa kita seakan membuka pintu untuk memasuki gerbang permasalah dan tanggung jawab yang lebih tinggi lagi.
Hidup pada kenyataan selalu diliputi dengan kekuatiran semu yang belum tentu terjadi, untuk melawan hal tersebut tidak hanya cukup dengan berdiam diri tapi harus dengan keyakinan, percaya diri dan yang terpenting adalah “action”. Employee meletakan kita pada situasi yang nyaman, tidak ada resiko selagi kita bisa menyelesaikan “regular job” pada waktunya dan pada akhir bulan kita menerima hasil dalam bentuk “gaji”. Tuntutan akan kebutuhan menyadarkan kita bahwa kita harus bergarak kearah yang “lebih”. Dunia bergerak bebas, keterbukaan pasar dunia merupakan “opportunity”. Intinya yang saya mau katakan setiap tingkatan kita disambut “welcome” karena kita baru masuk dalam masalah yang lebih besar dan untuk itulah kita bertumbuh dan melawati proses kedewasaan. Keberanian untuk bertindak, pengalaman hidup, pengetahuan, fokus dibungkus dengan kejujuran adalah modal hidup.
Bagaimana rahasia memasuki pasar ekspor yang begitu competitif?
Keputusan harus dibuat melawan dominasi kekawatiran. Banyak pertanyaan yang muncul, apakah kita akan berhasil, bagaimana kalo gagal? Apakah kita cukup punya daya juang? Mulai darimana? Dan banyak lagi.
Bagai mana kita tahu kita berhasil kalo kita tidak berani keluar dan mencoba. Persoalan terbesar kita adalah ketika kita hanya bisa sampai di step pertama yaitu perencanaan yang tidak pernah dilaksanakan. Berani menyisihkan rasa negatif dengan keyakinan.
Visi adalah hal terpenting untuk membangun impian dan dari sinilah kita melakukan apa yang harus kita lakukan.
Sudah sekian lama saya ingin memasuki bisnis export, rasanya menarik sekali bisa mengirim barang keseluruh seluruh tempat yang berbeda dengan dunia kita. Segala aktivitas ekport mulai saya amati dari hal terkecil sampai pada hal-hal yang pokok. Kemudian didalam menjalankan bisnis ini sudah barang tentu kita mengandeng orang-orang yang expert dan kita tidak perlu untuk melirik terlalu jauh siapa, orang-orang disekeliling yang bisa direkrut untuk menjalankan bisnis ini. Kita memiliki keterbatasan secara knowledment serta kemampuan finacial untuk memulai, salah satu cara adalah mengajak atau merekrut mereka yang memiliki kemampuan serta pengetahuan dan modal. Kadang hal ini membantu kita untuk “sharing risk”.
Saya sudah mencoba untuk masuk kedalam bisnis off line yaitu bisnis yang membutuhkan ruang serta pasar yang bisa kita jangkau tanpa mengunakan Internet, ada beberapa keterbatasa binis seperti ini yaitu tingginya modal dan besarnya biaya yang harus kita keluarkan, juga keterbatasan pasar yg ada. Bisnis off line juga membuka peluang untuk export tapi prosentasi sangat kecil.
Bisnis on-line merupakan alternatif sekaligus “chalenge” untuk berjualan didunia maya, kata orang disini kompetisinya tinggi, ia tinggi tapi jangan lupa bisnis off-line sangat tinggi kalau dilihat dari populasi area dibandingkan dengan toko dan ruko yang ada.
Bagaimana menarik customer international bisa membeli secarah on-line?
Dalam menjalani bisnis on-line knowledgement merupakan keharusan, kita harus meng up-date diri sebisa mungkin. Khusus bisnis international secara on-line yang pertama yaitu :
- menentukan produk apa yang akan kita tawarkan serta mencari tahu apa yang dibutuhkan oleh pasar international. Menetukan barang untuk ditawarkan bukan hal yang gampang ini melewati proses serta pengetahuan kita. Pengetahuan merupakan proses pengalaman dan pembelajaran. Didalam media internet ada berbagai macam cara kita membangun chanel kita diantaranya website, blog, mailing list dan lain sebagainya, hal ini merupakan jembatan yang kita bangun supaya mereka bisa melihat apa yang kita tawarkan kepada mereka.
- Display merupakan hal yang penting dalam dunia on-line karena gambar, tata letak serta tools yang membuat mereka tertarik sehingga mempengaruhi orang untuk mengambil keputusan untuk berbelanja. Sama seperti kalau kita memanjang barang kita yang ada di toko demikian juga di Internet.
- Untuk memenangkan pasar juga tidak terlepas dari produk inovasi untuk menjaga volume penjualan tentunya produk itu harus berganti karena orang akan bosan dengan produk yang sama, coba untuk mencari barang yang baru. Dan usahakan untuk meng up-date barang-barang yang akan dijual regularly, pada tahun atau periode berikutnya.
- Yang tidak kala menarik adalah packaging apa yang harus kita buat supaya produk itu lebih kelihatan exclusive sehingga orang tertarik untuk membelinya.
Didalam dunia maya tentunya kita tidak berhadapan langsung dengan siapa yang akan membeli barang kita itu sebabnya yang harus kita bangun adalah kepercayaan, kita harus yakinkan prospek bahwa kita dapat dipercaya. Dan itu semua bisa dilatih dari cara kita berkomunikasi melalui email, berbicara dan lain sebagainya.
Disamping kita membangun kepercayaan kita juga harus membentenggi diri supaya kita tidak tertipu dengan cara membangun system yang kita rumuskan sendiri untuk melindungi diri. Kadang kita tergiur dengan tawaran yang besar atau keuntungan yang besar tapi yang perlu kita ingat jangan langsung menelan semua yang masuk. Kita harus meng-sort informasi yang masuk lalu kemudian membangun komunikasi dan dari komunikasi itu kita lalu yakin mereka akan masuk kesistem atau langsung buang ke email sampah. Kita juga harus belajar daerah mana yang rentan terhadap macam penipuan, biasaya yang saya dapat ketika mereka menyebutkan diri dari negara bagian Afrika, atau negara sedang konflik di Timur Tengah dengan tujuan untuk mengaburkan alamat atau kesan daerah tersebut membutuhkan infrastruktur yang besar.
Apa yang harus dipersiapkan untuk transaksi antar negara secara aman?
Pertanyaan ini bisa sangat relative atau standard tergantung pengalaman serta hitung-hitungan “feeling business” kita. Banyak kali kegagalan bisnis kita terletak bukan pada product, menariknya display, inovasi product, packaging tapi kita ragu untuk menentukan system pembayaran kita. System yang relative aman yang digunakan adalah letter of Credit (LC) pembeli menawarkan pembayaran supaya aman karena semua kreteria yang akan disepakati misalnya jumlah pembayaran, kreteria barang, lama pengerjaan, dan lain sebagainya telah dinyatakan di dalam LC dan ini diatur oleh bank yang ditunjuk oleh buyer ke bank kita sehingga ada jaminan bahwa barang kita pasti diambil sesuai dengan kreterianya buyer.
Hal yang berikut yang sering dilakukan dalam transaksi Telegraphic Transfer (TT) cara ini seperti mengirim uang biasa tapi dalam dunia bisnis kita harus mengatur kondisi supaya kita aman bertransaksi, sistem ini tidak rumit tapi juga tidak aman. Tapi biasanya kalau buyer yang sudah lama biasanya lebih suka memakai transaksi ini tapi sekali lagi harus berhati-hati paling kurang anda meminta 50% DP supaya transaksi anda ada yang tercover.
Ada juga berbagai transaksi lain yang saya tidak sebut kita sendiri bisa menggunakan sesuai cara yang tersedia tapi pada prinsipnya harus ada kondisi yang mengatur antara kedua belah pihak.
Faktor-faktor yang diperhatikan dalam mengeksport barang?
Yang paling penting cari tahu negera buyer aturan apa yang tidak boleh dan boleh dinegara tersebut, misalnya satu contoh di Austrlalia barang materinya mengandung pelepah pisang harus lebih dulu di treatment melalu system Eto fumigasi menurut standard negara itu, atau barang yang mengandung bahan kerang laut itu tidak di izinkan masuk kenegara tersebut. Atau mengkin negera lain perluh barang yang telah di uji LAB dulu. Dalam hal ini kita mungkin bisa mengontak Atase atau kedubes negara kita yang berada di negara tersebut atau seaching melalu internet. Biasanya diinternet sudah banyak tersedia info.
Standard qualitas sangat penting juga materi finishing dari barang yang kita export, dunia semakin sensitive menerima barang mengandung materi yang berbahaya apalagi isu beberapa barang China yang mengandung bahan berbahaya.
Cara kita untuk menjaga agar order bisa berjalan secara continue?
Pengalaman terkecil kita ketika kita ke warung atau toko kesan apa yang kita dapat sehingga kita berbelanja di tempat itu. Kepuasan dari pelanggan harus kita utamakan, berbicara kepuasan mencakup semua, seperti yang saya singgung secara umum diatas merupakan hal terpenting secarah “comperensive”. Fokus, semangat kuat, kejujuran, kepinteran, rendah hati tapi percaya diri merupakan kunci sukses untuk menjaga bisnis kita jalan terus.
( By - Stenly )