Monday, May 19, 2008

Our Bag @ Carrefour French

Stenly suami saya sudah kembali dari French, membawa sedikit oleh-oleh foto yang buat saya sangat menggelitik. Teringat bagaimana hecticnya mempersiapkan produksi tas untuk kita export awal tahun lalu. Kini tas2 itu sudah terpajang cantik di seluruh outlet2 Carrefour French.

Amazing ... pasti !!


Sheila Rattan Bag, tas yang kita supply


Rak khusus untuk Indonesian craft



Thursday, May 08, 2008

Get Ready ! Indonesian Week @ French

Akhirnya kami positif memutuskan untuk ikut andil dalam perhelatan Indonesian Week yang akan diadakan di French minggu mendatang sebagai wakil BPEN. Team kami dari Bali Etnic akan diwakili solo oleh Stenly, suami saya.

4 hari 3 malam padat acara termasuk diantaranya menghadiri pembukaan Carrefour di salah satu kota disana, bertemu dengan perwakilan UKM Perancis, dll.

Misi perjalanan ini adalah menyebar networking international, menjaring prospek bisnis saat itu atau mendatang.

Rasanya masih ga percaya. Mimpi-mimpi besar itu semakin lama semakin banyak dibuat nyata, jika kembali flash back ke 2 1/2 tahun lalu bisnis buat saya adalah hal iseng yang bisa dilakukan kala mengisi waktu senggang dan bengong di kantor. Tapi, tidak sekarang. Saya sudah mengalami perubahan paradigma berpikir yaitu kebalikannya - saya ingin hidup dari bisnis.

Eka
http://www.thebalispa.blogspot.com

Saturday, May 03, 2008

SOHO (2)

Berubah !!
SOHO saya akhirnya mengalami perubahan interior. Udah ga pake kursi kecil anak saya lagi kalo gi ngenet, sekarang sudah juga dengan cube sebagai display dan storage product. Pokoknya mengakomodir keinginan saya sebagai penghuni office agar nyaman dan asyik waktu kerja. Mempertahankan lukisan hasil pilihan saya hunting lalu dan stereo set sebagai teman kerja.

Chic 'n cozy ( versi saya pastinya ) ...





Eka
http://www.thebalispa.blogspot.com
http://www.mypernik-unik.blogspot.com

Oleh-Oleh dari INACRAFT 2008


Setelah 2x keinginan datang ke Inacraft delay tahun2 sebelumnya, akhirnya saya dan suami berkesempatan sight seeing ke JCC.

Mengobati keingintahuan kaya gimana sih expo besar itu, karena Inacraft khan sudah 10 tahun berjalan dan senantiasa mendulang traffic pengunjung yang tinggi, cari trend craft terbaru karena base biz kita di area itu, cari supplier baru, trus cari ide segar dan peluang biz yang mungkin terbersit dalam perjalanan.

Hadir di hari terakhir, tidak memberi keleluasaan menikmati semua stand expo. Terlalu padatnya pengunjung membuat penat, dan akhirnya ga memberi kesempatan untuk mampir ke stand BPEN di assembly hall yang dikhususkan untuk stand2 handicraft standard export.

Stan-stan product home spa laris manis dikerubuti pengunjung memberi angin segar bahwa orang mulai sadar spa treatment, secara saya sendiri juga sebulan ini juga baru publish spa-spa product dengan label sendiri " Bali Home SPA ". Cukup happy dengan respon pasar online, paling ngga Bali Home SPA juga menjadi salah satu product yang berkontribusi sebagai penyuntik profit dan omzet pernik_unik yang meroket di bulan April lalu.

Eka
Enjoy d' sen's home spa @ http://www.thebalispa.blogspot.com

Thursday, April 10, 2008

Menjamah Peluang

Minggu ini ada 2 peluang bisnis yang kembali hadir.
Peluang pertama datang kemarin dari Carrefour pusat (Jkt), yang kembali merangkul dan mengajak kita untuk mensupply toko mereka secara nasional untuk product tas dan slipper. Kita sudah melakukan kontrak nasional sebagai supplier Carrefour beberapa bulan lalu. Untuk kontrak ini kita mematok term payment beli putus tidak konsinyasi. Bersyukur juga mampu mengalahkan keragu2an dan mantap untuk memutuskan bekerja sama "consigment" dengan Carrefour Bali tahun lalu. Banyak kesempatan dan peluang biz yang ditawarkan dan update catalog pun sudah kita email kemarin.

Peluang lain datang dari seorang customer Jakarta ( hi mba ... ). Yang datang menyodorkan sebuah kesempatan untuk menjajal Europe dengan product spa kita. Minggu depan si buyer akan datang, jadi sekarang saya sedang dalam tahan persiapan sedetail-detailnya untuk product knowledge dan sample agar bisa dilihat secara visual bukan hanya berupa foto product saja.

Peluang selalu datang memberi possibility sukses dan gagal. Jadi saya pantang menolak peluang, prinsipnya ambil dan do the best. Teori possibility ini begitu membekas buat saya. Hal ini saya pertama tau saat kuliah dulu, saat ragu dan merasa belum 100% siap untuk maju ujian skripsi, sementara waktu pendaftaran sidang tinggal menghitung hari ; dosen pembimbingpun menyarankan untuk maju saja, kalo kamu maju sidang sekarang - kamu punya peluang 50% lulus, 50% ga lulus. Sementara peluang kamu 0% lulus kalo ga ambil kesempatan untuk sidang sekarang.

Dan saya akhirnya memutuskan untuk tidak menunda ujian, dan sukses lulus dengan nilai yang tidak mengecewakan. Mungkin jika saya tidak mengambil keputusan saat itu, saya terpaksa harus memperpanjang 1 semester lagi karena harus menanti jadwal ujian 3 bulan dan jadwal wisuda di 6 bulan berikut.

Eka

Saturday, April 05, 2008

Sale ... Sale ...

Bulan ini saya ingin fokus menata sitting stock dirumah, bebenah OL Store, dan refreshing product untuk pernik_unik. Beberapa tas yang terlalu lama ngendon di gudang, saya buatkan satu webstore di blogger - yang sudah terbukti efektif sebagai sarana keluarnya stock2 lama dengan cepat.

Kemarin, belum 1 jam publish di blog ... 75% stock yang di SALE langsung Sold. Lumayan mencairkan stock jadi cash daripada beku berlama-lama hanya menjadi penghuni gudang.

Product-product tas baru sudah datang, 1 supplier sudah sms agar stock segera diambil. Semenjak fokus di fashion/garment dan spa product, item tas dan sendal agak keteteran dan telat publishing barang barunya karena saya ga menyempatkan waktu untuk hunting product baru.

Clearance SALE, Publish Item tas Baru, Mencari source garment untuk re-freshing dan menambah komplit koleksi barang - karena bulan lalu garmen termasuk salah satu yang mendongkrak penjualan pernik_unik karena ramenya bazar di Jakarta ; ini post-post kerjaan yang harus saya fokuskan untuk sekarang ini.

Berbenah !

Monday, March 31, 2008

Published ! Bali Home SPA

Akhirnya,
hari ini, setelah sekian lama ( sedikit ngga sabar ) menanti, saya bisa publish blog baru untuk spa product berlabel Bali Home SPA.

Berhubung spa-spa products lagi booming penjualan online-nya, imbas booming sekar jagat di dunia maya , saya termasuk salah satu yang ingin memanfaatkan momen ini.

Sebenarnya saya sudah sempat mempublish spa product "Bali Alus" sepanjang bulan lalu. Cuman kurang happy dengan packagingnya yang sangat seadanya, distribusi stock yang kadang ada kadang ngga dari pabrik, sangat-sangat tidak professional.

Karena lebih besar sibuk dan expenses yang ga sebanding dengan profit, akhirnya saya tidak melanjutkan untuk menjual product tersebut - namun tetap berharap agar suatu saat bisa publish spa range / product baru.

LoA ; Gayung bersambut mempertemukan saya dengan supplier yang sudah lebih dari 7 tahun memproduksi spa product untuk perawatan ujung kaki sampai ujung rambut, dan mensupply Spa-Spa besar ( seperti Nusa Dua, Ibah, Westin dan Mandara Spa ) secara regular .

Dengan networking re-seller2 Sekar Jagat sebelumnya, saya optimis dengan product spa baru ini. Blog barunya bisa diintip disini ya .... http://www.thebalispa.blogspot.com

Eka

Wednesday, March 26, 2008

2008 ; 1st Project

Project eksport pertama di 2008.
3 Container HC.
Berbisnis di 100% online benar-benar harus extra fokus untuk dijalankan dengan extra hati-hati, butuh kepercayaan tinggi di dalamnya. Hingga 2x turun order, kami justru belum pernah bertemu dengan buyer kami selain hanya sapa intens via email. Hanya itu.

Syukurlah,
menerima email konfirmasi siang ini kalau 30% deposit sudah ditransfer ke rek CV. Tinggal menunggu 1-2 hari hingga wire transfer benar-benar masuk rekening dan memulai produksi. Akan jauh efisiensi mengelola order ini, karena sudah tidak ada beban biaya sewa warehouse lagi yang sudah difinalize di akhir tahun lalu. Stock-stock bahan packing juga masih tersisa beberapa untuk bisa dimanfaatkan kembali.

Pengalaman pertama senantiasa memberi - pelajaran yang berharga. Mungkin itulah sebabnya kenapa pengalaman disebut sebagai guru yang sangat berharga. Efisiensi akan kita adakan di beberapa post yang bablas lalu, seperti cost untuk trucking, packing material, disamping hal-hal lain yang sudah harus direncanakan jauh-jauh hari sebelumnya. Saatnya membuat timeframe schedule untuk order, produksi, loading container agar semua berjalan smooth, on track.

Salam Funtasstiss !!

Eka

Dolan ke Kampung Bali

Maren sore, tanpa rencana dadakan aja saya dan suami bersepakat untuk mampir ke kampung Bali, toko oleh-oleh khas Bali punya Ibu Ayin, salah seorang pengusaha/retailer dengan lebih dari 10 outlet berbandrol R2B Ready to Buy dan R2U Ready to Use. Sebenarnya berkenalan dengan Ibu Ayin kejadiannya karena kita kebetulan sama-sama handle order dari Carrefour France. Titik sama-sama mentok dengan barcode dan label lalu memberi kesempatan untuk kenal dan discussing dijembatani Carrefour Jkt.

Ibu Ayin itu gesit dan jeli melihat peluang dimata saya. Sangat-sangat energik. Sudah 2x saya mensupply spa product ke outletnya dan rencananya beberapa stock lot tas akan kita titip jual disana.

Toko oleh-oleh khas Bali sebenarnya ceruk yang dimulai pertama kali oleh Erlangga. Mengusung konsep one stop shopping menjadikannya sebagai satu kelebihan, selain juga harga pas yang masih terjangkau kantong tanpa harus melewati susahnya mekanisme tawar menawar di pasar oleh-oleh tradisional ( e.g Pasar Sukawati ). Booming Erlangga diikuti oleh pengusaha-pengusaha lain dengan mulai menjamurnya toko-toko ini di Kuta, ataupun tengah kota Denpasar belakangan ini.

Membenahi dan memodifikasi ide dasar toko oleh-oleh sebelumnya, Kampung Bali dibangun Ibu Ayin di sentra Kuta tempat yang sangat strategis, hall yang luas mampu menampung lebih banyak pengunjung ( terutama saat liburan/high season ), dan keunggulan yang paling menonjol adalah akses parkir yang lega untuk bis-bis pariwisata yang minim dimiliki toko lain sejenis termasuk pula Erlangga, the starter.

Berikut liputan media online ( Indopos.co.id / group jawa Pos ) tentang Kampung Bali.

_______________________________

Kampung Bali, Objek Wisata Belanja Baru di Pulau Dewata
Didirikan Berawal dari Kongkow-Kongkow di Kafe
Berkunjung ke Pulau Bali, belumlah lengkap jika tidak berbelanja makanan khas ataupun suvernir dan kerajinan setempat. Selain Pasar Sukawati, salah satu tempat belanja oleh-oleh khas Bali yang belum lama berdiri adalah Kampung Bali. Seperti apa?

ARIF RIYANTO, Denpasar

PASCABOM Bali pada 2002 dan 2005, dunia pariwisata di Provinsi Bali sempat mengalami kelesuan. Namun, saat ini geliat pariwisata dan perekonomian di Pulau Dewata sudah mulai pulih kembali. Itu ditandai dengan meningkatnya jumlah wisatawan baik domestik maupun asing yang datang ke pulau indah ini. Selain itu, wisata belanja juga tumbuh subur di Bali. Salah satunya Kampung Bali, yang baru tiga bulan berdiri.

Selama sepekan di Bali, penulis sempat mengunjungi pusat oleh-oleh khas Bali ini. Tidak sulit menemukan Kampung Bali. Lokasinya kurang lebih 2 km arah barat Pantai Kuta atau sekitar 10 menit perjalanan naik kendaraan pribadi. Persisnya di Jalan Patih Jelantik sebelum lingkar By Pass. Di tempat ini ditawarkan wisata belanja dengan model one stop shopping.

Lely Tjandrawati S, owner Kampung Bali menuturkan, pendirian pusat oleh-oleh itu terjadi tidak sengaja berawal pada Desember tahun lalu. Kala itu, Ayin -panggilan akrab wanita 51 tahun ini-bertemuAgung Winata, pengusaha bus pariwisata di Kuta Bali.

"Saya bertemu Pak Winata saat kongkow-kongkow di kafe. Kebetulan saya memang suka menghabiskan malam di tempat hiburan setelah seharian bekerja," kata wanita yang masih betah melajang ini.

Dari perkenalan itu, terbetik ide untuk mendirikan pusat oleh-oleh khas Bali yang lengkap dalam satu tempat. Sebelumnya, Ayin adalah pengusaha garmen yang sudah ekspor ke sejumlah negara. Selain itu, wanita asli Surabaya ini juga memiliki sejumlah toko suvernir khas Bali, handicraft dan kerajinan lainnya di sejumlah pusat keramaian di Kuta.

"Persiapannya singkat sekali. Setelah semua setuju, kami datang ke notaris untuk membuat nama perusahaan. Kami pilih nama Kampung Bali karena mudah diingat dan sangat familiar," ujar Ayin dengan logat Suroboyoan yang kental meski sudah 30 tahun menetap di Bali.

Ide mendirikan pusat oleh-oleh itu juga didukung M Iqbal Ich, pengusaha handicraft dan Bambang juga pengusaha bus pariwisata di Kuta. Mereka berempat lantas mendirikan Kampung Bali itu dengan investasi mencapai Rp 5 miliar.

"Kami memanfaatkan gedung bekas bengkel mobil milik Pak Winata. Luas tanahnya mencapai 2.000 m2 dengan luas bangunan 1.300 m2," jelas M Iqbal Ich, selaku public relation (PR) Kampung Bali saat berbincang dengan Radar Semarang di Kafe Baku Dapa kawasan Seminyak Kuta.

Di Kampung Bali tersedia lengkap aneka kerajinan, suvernir dan handicraft khas Bali. Juga makanan khas Bali seperti brem, kacang disco, kacang rahayu, dodol salak, keripik nangka dan sebagainya. Tidak ketinggalan kaos dan baju bertuliskan Bali terpajang lengkap di pusat oleh-oleh ini.

"Untuk produk t-shirt, kami punya merek sendiri yakni Yinyin. Kaos ini cukup unik karena menonjolkan gambar karikatur yang lucu dan menggelitik. Kaos ini akan menjadi trade mark di Kampung Bali," ujar Iqbal, yang asli Jakarta ini.

Anda yang ingin mencari sabun dan aromatherapy khas Bali, juga tersedia lengkap di Kampung Bali. Mulai yang ukuran kecil hingga besar dengan berbagai warna pilihan.

Lalu apa istimewanya Kampung Bali? Menurut Agung Winata, pusat oleh-oleh yang didirikannya itu memiliki koleksi barang mencapai 100 ribu item. Sehingga pengunjung akan lebih dimanjakan, karena tak perlu pergi kemana-mana untuk mendapatkan barang yang diinginkan.

Selain itu, harga yang ditawarkan di Kampung Kali sudah pasti, sehingga pengunjung tak perlu menawar lagi seperti halnya di Pasar Sukawati. "Dan yang pasti, harga di tempat kami lebih murah hampir 35 persen dibanding di tempat lain," promosi Winata yang seorang dokter umum namun memilih berbisnis ini.

Pria berkacamata ini mengaku optimistis, Kampung Kali yang baru tiga bulan beroperasi ini akan menjadi objek wisata belanja favorit bagi turis domestik maupun asing yang datang ke Pulau Bali. Itu dibuktikan oleh jumlah pengunjung yang terus meningkat. Setiap hari rata-rata jumlah pengunjung mencapai 500 orang. Bahkan, pada akhir pekan dan liburan sekolah, sehari bisa mencapai 1.000 orang.

"Sejumlah artis juga sudah datang ke sini, diantaranya Poppy Darsono, Cut Tari, Dave Hendrik dan sebagainya," imbuh Bambang, yang mendapat tugas mendatangkan pengunjung sebanyak-banyaknya dengan menggandeng pengelola hotel, travel biro, taksi dan sebagainya. (*)


*) pic taken from www.virtualtourist.com